>
ku tertegun pedih dimalam seperti biasa aku menyendiri dihiruk pikuknya kota ,
semua seperti robot terkendali oleh tuannya,
jalan panjang apa yang ku hadapi,
dan mereka menikmatinyaa,
bulan tak muncul dan sinarnya redup karena asap menyembunyikan indahnya bulan,
eh.. bintang pun begitu,,
apa yang terjadi ?
kota ku sampahnya bertebaran,
kota ku tikusnya kekenyangan,
dan kotaku pohonnya menangis tersedu gaduh,
" mana air kami ??!! "
tanya pohon dalam tangisnya
kami tak sanggup menghisap debu dan asap yang kalian berikan ..
lalu pohon mulai layu,
tapi robot tadi tak menggubris,
mata mereka terarah tajam sinis,
terkadang menjuling benci..
kenapa harus aku saja yang mendengar kenapa hanya aku saja yang merasakan??
sakit ini terasa menusuk lagi dan terus..
dan apa yang harus aku lakukan??
aku mati kutu terkubur dan tanpa harap
kotaku kota asap dan tikuss